Assalamualaikum para penyangga dakwah yang dicintai...
IMAN.
iman itu tidak akn mmbuatkan kita berdiam diri...iman itu akan melahirkan jiwa yang penuh ghirah,penuh rindu pada gerak kerja dakwah..iman itu akan terpancar melalui amal2.. bkn kah kita telah bersama sepakat bahawa tiada lagi perkataan 'diam' dlm kamus hidup kita..yg tggl hnyalah 'bergerak'.
MOMENTUM.
momentum iman yg diperoleh di MD lalu, jgn bazirkan dgn kerehatan yang akhirnya ditarik oleh unsur2 negatif. terus sja bergerak dlm bntuk apa sj, dkwah itu harus brjalan. krn kita telah mengetahui, akademik bknlah bahagian lain dr dkwah malah slh 1 komponen dlm dkwah shgga telah dipilihnya akademik itu sbgai 'bold title' dlm resolusi yg lalu...
TRANSFORM.
semngat mmbaca sirah ,menghafal, dan menjawab kuiz, transformkan kepada akademik pula...manfaatkan setiap cas2 positif yang bisa stimulate ruh kita..menjadikan kita semakin hebat dlm akademik dan juga hebat dlm dkwah...
KOMITMEN.
teruslah berkomitmen atas jln ini...di mana lagi akan kau cari jalan sebegini..jalan di mana kau merasakan Allah menggenggam jiwamu,jalan di mana kau sgt merasakan keberkatan yang Allah beri padamu,jalan di mana kau merasa dirimu berdosa walaupun kau hanya meninggalkan solat dhuha ataupun kau terlajak tidur lalu terlepas waktu qiam...di mana lg?? renungkanlah wahai pengemban dakwah...muhasabah. .mantapkan TZ..terus beramal dan bersamalah dlm medan...
DIRIKU.
emm...sesungguhnya diriku sedang beri tausyiah pd diriku sndiri..kerana aku merasakan "selintas ku terfikir utk meninggalkan jalan ini, semakin kuat tarikannya mengikatku. sngguh erat pelukannya.. sungguh kumerasa Allah begitu syg pd diriku..."
mana bisa kucetuskan lintasan ini di fikiranku... sungguh Abdullah Rawahah shbt Nabi SAW juga pernah terlintas sedikit keraguannya, lalu terimalah ia mahligai yg sedikit miring..apa pula kita wahai penyambung perjuangan para nabi dan rasul.m
ayyuhal akhawat..Qum!
-ukhti sheeera-
Monday, December 14, 2009
Saturday, December 12, 2009
surat cinta untuk ukhti
surat cinta
untuk ukhti
========
Ukhti....
Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju
ridho Tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya digunakan sebagai fashion
atau gaya jaman sekarang, atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat
perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan.., bahkan bisa jadi
kerudung besarmu hanya akan dijadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa
mendapat gelar akhwat dan dikagumi oleh banyak ikhwan.
Ukhti....
Tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu
bahkan diri antum sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu,
teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan
buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa disadari melalui
ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan
aib teman dekatmu melalui lisan manismu.
Ukhti....
Lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih daripada itu, tapi
akankah kelembutan suara antum sama dengan lembutnya kasihmu pada saudaramu,
pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang
menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu.
Ukhti....
Lembutnya parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju
yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak
palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan
nyawa sekalipun dengan tetes darah terakhir, akankah selembut itu hatimu
ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan
orang lain.
Ukhti…
Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah
malam-malammu dilewati dengan rasa rindu menuju Tuhanmu dengan bangun ditengah
malam dan ditemani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud
mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan
terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu diselimuti
dengan tebalnya selimut setan dan di nina-bobokan dengan mimpi-mimpi jorokmu
bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.
Ukhti....
Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan
keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya
seperti yang antum dapatkan, ataukah antum tidak peduli sama sekali akan
kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu
saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu
maksiat....! !!
Ukhti....
Cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu
bahkan diri antum sendiri, pernahkah antum menyadari bahwa kecantikan yang
antum punya hanya titipan ketika muda, apakah setelah tujuh puluh tahun kedepan
antum masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya dijadikan
perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman
busukmu.
Ukhti....
Tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan
semangatmu untuk berani menundukkan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang
akan antum hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu
pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu.
Ukhti....
Tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan
tajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamu yang tertindas di Palestina,
pernahkah antum menangis ketika mujahid-mujahidah kevil tertembak mati, atau
dengan cuek bebek membiarkan begitu saja, pernahkah antum merasakan bagaimana
rasanya berjihad yang dilakukan oleh para mujahid-mujahidah teladan.
Ukhti....
Lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati
saudaramu yang senang bermaksiat, coba antum perhatikan dunia sekelilingmu
masih banyak teman,saudara bahkan keluarga antum sendiri belum merasakan
manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang antum rasakan, bisa
jadi salah satu dari keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan
berperilaku binatang yang tak karuan, sanggupkah antum menggetarkan hati-hati
mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa
lezatnya hidup dalam kemuliaan islam.
Ukhti....
Tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang Kholikmu, antum
adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua
penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu
dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan
terobrak-abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul dijaga olehmu,
banyak cara yang harus antum lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling
kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba....??!!
Ukhti....
Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu
bahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit
yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antum membanggakan diri
ketika kesuksesan dakwah telah diraih dan merasa diri paling waaah, merasa diri
paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas diatas rata-rata akhwat yang
lain, sesombong itukah hatimu, lalu dimanakah beningnya hatimu, dan putihnya
cintamu.
Ukhti....
Rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infaqmu ke mesjid atau mushola,
sadarkah antum kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terlihat kosong dan
mengkhawatirkan, tidakkah antum memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun
infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antum masukan,
maukah antum diberi rizqi sepelit itu.
Ukhti....
Rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunah senin-kamis yang antum
laksanakan, kejujuran hati tidak bisa dibohongi, kadang semangat fisik begitu
bergelora untuk dilaksankan tapi, semangat ruhani tanpa disadari turun drastis,
puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin-kamis yang dirasakan
terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati antum, makanan fisik yang
antum pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah
memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi.
Ukhti....
Manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang
sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antum
lewati, sikap ramahmu pada orang antum temui sangat jarang terlihat, bahkan
selalu dan selalu terlihat cuek dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya
bagaimana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan
banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan antum tapi... antumlah yang
memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah.
Ukhti....
Rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti Rasulullah SAW
sebagai panutanmu.
Ukhti....
Ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang Kholikmu,
masihkah antum senang bermanjaan dengan Tuhanmu dengan shalat dhuhamu, shalat
malammu?
Ukhti....
Dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama
harummu disia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah antum ketika sang mujahid
akan segara menghampirimu.
Ukhti....
Masih ingatkah antum terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat ini
bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang
syuhada akan menjemputmu dipelaminan hijaumu.
Ukhti....
Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga
Rabbmu. Maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah
ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup
sehari-harimu.
Ukhti....
Muhasabah yang antum lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung
kejelekan dan kebusukan kelakuan antum yang dilakukan siang hari, atau bahkan
kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan
sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus dilakukan sebelum tidur, antum
tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai
kapan akhlak busuk mu dilupakan, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai
moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat baik yang hanya akan mendapatkan
ikhwah yang baik.
Ukhti....
Pernahkah antum bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah
yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang
antum pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang
solehah dan seorang mujahidah, kenapa tidak dari sekarang antum mempersiapkan
diri menjadi seorang mujahidah yang solehah.
Ukhti....
Apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri antum,
seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang
tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa bantu
orang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi,
jadi sampai kapan, mulai kapan antum akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat
solehah.
Ukhti....
Apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat
seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata
harimau mencari mangsa, atau tundukan pandanganmu hanya menjadi alasan belaka
karena merasa berkerudung besar.
Ukhti....
Hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah
antum menjaga izzah yang antum punya, atau sebaliknya antum bersikap acuh tak
acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang
lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi disamaratakan antara akhwat
yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo antum sendiri membuat kebobrokan
akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain.
Ukhti....
Dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan
brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua
orang menginginkan istri yang solehah, siapkah antum sekarang menjadi istri
solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang.
dari blog seorang teman
untuk ukhti
========
Ukhti....
Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju
ridho Tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya digunakan sebagai fashion
atau gaya jaman sekarang, atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat
perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan.., bahkan bisa jadi
kerudung besarmu hanya akan dijadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa
mendapat gelar akhwat dan dikagumi oleh banyak ikhwan.
Ukhti....
Tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu
bahkan diri antum sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu,
teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan
buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa disadari melalui
ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan
aib teman dekatmu melalui lisan manismu.
Ukhti....
Lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih daripada itu, tapi
akankah kelembutan suara antum sama dengan lembutnya kasihmu pada saudaramu,
pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang
menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu.
Ukhti....
Lembutnya parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju
yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak
palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan
nyawa sekalipun dengan tetes darah terakhir, akankah selembut itu hatimu
ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan
orang lain.
Ukhti…
Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah
malam-malammu dilewati dengan rasa rindu menuju Tuhanmu dengan bangun ditengah
malam dan ditemani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud
mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan
terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu diselimuti
dengan tebalnya selimut setan dan di nina-bobokan dengan mimpi-mimpi jorokmu
bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.
Ukhti....
Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan
keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya
seperti yang antum dapatkan, ataukah antum tidak peduli sama sekali akan
kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu
saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu
maksiat....! !!
Ukhti....
Cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu
bahkan diri antum sendiri, pernahkah antum menyadari bahwa kecantikan yang
antum punya hanya titipan ketika muda, apakah setelah tujuh puluh tahun kedepan
antum masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya dijadikan
perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman
busukmu.
Ukhti....
Tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan
semangatmu untuk berani menundukkan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang
akan antum hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu
pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu.
Ukhti....
Tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan
tajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamu yang tertindas di Palestina,
pernahkah antum menangis ketika mujahid-mujahidah kevil tertembak mati, atau
dengan cuek bebek membiarkan begitu saja, pernahkah antum merasakan bagaimana
rasanya berjihad yang dilakukan oleh para mujahid-mujahidah teladan.
Ukhti....
Lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati
saudaramu yang senang bermaksiat, coba antum perhatikan dunia sekelilingmu
masih banyak teman,saudara bahkan keluarga antum sendiri belum merasakan
manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang antum rasakan, bisa
jadi salah satu dari keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan
berperilaku binatang yang tak karuan, sanggupkah antum menggetarkan hati-hati
mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa
lezatnya hidup dalam kemuliaan islam.
Ukhti....
Tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang Kholikmu, antum
adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua
penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu
dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan
terobrak-abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul dijaga olehmu,
banyak cara yang harus antum lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling
kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba....??!!
Ukhti....
Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu
bahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit
yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antum membanggakan diri
ketika kesuksesan dakwah telah diraih dan merasa diri paling waaah, merasa diri
paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas diatas rata-rata akhwat yang
lain, sesombong itukah hatimu, lalu dimanakah beningnya hatimu, dan putihnya
cintamu.
Ukhti....
Rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infaqmu ke mesjid atau mushola,
sadarkah antum kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terlihat kosong dan
mengkhawatirkan, tidakkah antum memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun
infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antum masukan,
maukah antum diberi rizqi sepelit itu.
Ukhti....
Rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunah senin-kamis yang antum
laksanakan, kejujuran hati tidak bisa dibohongi, kadang semangat fisik begitu
bergelora untuk dilaksankan tapi, semangat ruhani tanpa disadari turun drastis,
puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin-kamis yang dirasakan
terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati antum, makanan fisik yang
antum pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah
memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi.
Ukhti....
Manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang
sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antum
lewati, sikap ramahmu pada orang antum temui sangat jarang terlihat, bahkan
selalu dan selalu terlihat cuek dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya
bagaimana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan
banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan antum tapi... antumlah yang
memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah.
Ukhti....
Rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti Rasulullah SAW
sebagai panutanmu.
Ukhti....
Ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang Kholikmu,
masihkah antum senang bermanjaan dengan Tuhanmu dengan shalat dhuhamu, shalat
malammu?
Ukhti....
Dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama
harummu disia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah antum ketika sang mujahid
akan segara menghampirimu.
Ukhti....
Masih ingatkah antum terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat ini
bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang
syuhada akan menjemputmu dipelaminan hijaumu.
Ukhti....
Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga
Rabbmu. Maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah
ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup
sehari-harimu.
Ukhti....
Muhasabah yang antum lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung
kejelekan dan kebusukan kelakuan antum yang dilakukan siang hari, atau bahkan
kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan
sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus dilakukan sebelum tidur, antum
tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai
kapan akhlak busuk mu dilupakan, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai
moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat baik yang hanya akan mendapatkan
ikhwah yang baik.
Ukhti....
Pernahkah antum bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah
yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang
antum pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang
solehah dan seorang mujahidah, kenapa tidak dari sekarang antum mempersiapkan
diri menjadi seorang mujahidah yang solehah.
Ukhti....
Apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri antum,
seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang
tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa bantu
orang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi,
jadi sampai kapan, mulai kapan antum akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat
solehah.
Ukhti....
Apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat
seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata
harimau mencari mangsa, atau tundukan pandanganmu hanya menjadi alasan belaka
karena merasa berkerudung besar.
Ukhti....
Hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah
antum menjaga izzah yang antum punya, atau sebaliknya antum bersikap acuh tak
acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang
lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi disamaratakan antara akhwat
yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo antum sendiri membuat kebobrokan
akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain.
Ukhti....
Dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan
brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua
orang menginginkan istri yang solehah, siapkah antum sekarang menjadi istri
solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang.
dari blog seorang teman
Friday, November 13, 2009
mutiara kata untuk seorang bergelar da'ie. perkongsian dari ukhti basyirah zainol
~ Jangan cuba-cuba bermimpikan Syurga, andai hati memandang sepi ibadah.. jangan berani mengaku berjuang, andai diri lena dibuai nafsu dunia..
~ sekuat mana pun DUGAAN yang kita hadapi, sebesar apa pun KEGAGALAN yang kita rasai, sesusah mana pun HARI-HARIyang kita lalui.. jangan pernah berhenti harap pada pertolongan ILAHI, jangan pernah berhenti berdoa pada RABBI, kerana DOA adalah HARAPAN, dan HARAPAN adalah MASA HADAPAN, kerana HARAPAN adalah sumber KEKUATAN, dan kerana DOA adalah PINTU KEBAIKAN dan DOA adalah SENJATA orang BERIMAN..
~Muhasabah mesti diteruskan. Tarbiyah mesti dimantapkan, agar menjadi satu binaan Muhafazoh yang kukuh. kekurangan makanan rohani di kalangan pendokong Islam akan membuatkan iri syaitan menjelma.
~Bila bersandar pada makhluk-NYA, tika berpisah rasa kehilangan, tika terasing rasa ditinggalkan, jiwa menderita, gelisah sentiasa.. Bila bersandar hanya pada Tuhan, merasai cukup hanya dengan-NYA, ALLAH sentiasa ada dalam jiwa, biar terlihat tidak punya apa, tapi hati kaya dengan rasa, rasa kasih dan cinta ILAHi, menjadi cahaya penyejuk jiwa..
~untungnya menjadi org mukmin,smkin musibah melanda smkin mustajab doanya…bukan perjuangan tanpa kesulitan…tapi dlm kesulitan ada ketenangan…menguji kekuatan…kita tidak sendirian…hidup demi Allah…mati kerana Allah.biapun jalannya berliku…namun noktahnya tetap sama “,
"Dunia ini umpama lautan yg luas. Kita adalah kapal yg belayar dilautan telah ramai kapal karam didalamnya.. andai muatan kita adalah iman,dan layarnya takwa,nescaya kita akan selamat dari tersesat di lautan hidup ini."
~bila engkau memandang segalanya dari Tuhanmu yang mencipta segalanya,yang menimpakan ujian.menjadikan sakit hatimu,yang membuatkan keinginanmu terhalang.serta menyusahkan hidupmu.pasti akan damailah hatimu kerana masakan Allah sengajautk sesuatu yang sia-sia,bukan Allah tak tahu deritanya hidupmu,retaknya hatimu,tapi mungkin itulah yang Dia mahu kerana Dia tahu hati yg sebeginilah yg selalunya lebih lunak dan mudah utk dekat dan akrab dgn-Nya
Alihkan pandangan matamu ke arah LAUT, airnya cantik membiru dan penuh dengan ketenangan. Tetapi hanya Allah sahaja yang mengetahui rahsia di dalamnya. Begitu juga dengan kehidupan manusia, riang dan ketawa tetapi hanya Allah yang mengetahui rahsia kehidupannya. Jika rasa kecewa, alihkan pandanganmu ke arah SUNGAI, airnya tetap mengalir biarpun berjuta batu yang menghalangnya. Dan jika rasa sedih,alihkan pandanganmu ke arah LANGIT, sedarlah dan sentiasa ingatlah bahawa Allah sentiasa bersamamu.
~Sedarlah wahai insane ketulusan budi penghias peribadi,kemanisan iman sumber keindahan,kesabaran hati benteng nafsu keduniaan.walau hari ini kita sering ditinggalkan teman seperjuangan ingatlah yang kita masih berTuhan,salami hati dan perasaan tepis keegooan bina ketaqwaan.Insya- Allah akidah akan berkekalan ~
~ kadang-kadang tarbiah buat kita lemah tapi tarbiah juga buat kita kuat,kekadanng tarbiah buat kita penat,malah tarbiah juga buat kita puas.kenapa dikeluhkan resah? Kenapa dinaungi lemah? Bukankah Allah janjikan syurga sebagai tukaran segala perit? Bersyukurlah kita diberi peluang untuk bekerja dengan BOSS yang paling pemurah.seringkali langkah lemah kerana rengekan nafsu.seringkali air mata mengalir kerana tekanan jiwa yang keletihan dan jiwa lemah kerana tapak hati yang kian haus dari rahmat Allah.Duhai ansorullah,jangan mudah mengalah,jangan biar karat-karat jemu menghitami orak mindamu,jangan benarkan girang kemalasan melabuhi hatimu,jangan izin raja nafsu memerintahi jiwamu,teruslah melangkah,teruslah mujahadah,teruslah berjuang dalam sebuah kemenangan sehingga dirimu lemas dalam lautan syahid senyumlah pada mehnah yang datang ~
Buatmu mujahidah solehah…kekadang kita merasa lemah dan kepenatan melalui lorongini,hujan panas silih berganti namun x semendung hati mereka yang mengerti makna perjuangan….bersabarlah teman,hari ini kau diuji namun adakah DIA membiarkan dirimu berterusan begini,ALLAH rindukan tangis dan tawakalmu kerana kita Cuma hambaNYA yang sering kali melakukan khilaf.tapi jangan pernah dalam hatimu merasa lemah dan berputus asa kerana penguatmu ALLAH jua…kapadaNYA jualah kita berharap…
Kekuatan sebenar seorang mukmin ialah apabila ia bersandar sepenuhnya dan segalanya kepada ALLAH s.w.t,menjadikannya manusia yang tidak kenal putus asa dan kecewa, tidak takutkan cabaran dan kegagalan. Disebalik semua inilah ketenangan dan lapang dada,kemanisan iman yang sebenar
Sometimes kita berdoa utk kuat tp kenapa byk dugaan???
Sometimes kita berdoa utk minta cerdik tp masalah pula yang timbul???
Sometimes kita minta kebahagiaan tp huru hara pula….
Dugaan menjadikan mental kita kuat,masalah menjadikan kita berfikir,huru hara menjadikan kita tabah. Hebat tak ALLAH? Semua ada hikmah…kalaulah manusia tahu hadis ini: “telah berkata jibril wahai tuhan,engkau sampaikanlah hajat hambaMu,maka ALLAH menjawab: biarkan hambaKu itu, kerana AKU mencintai suaranya…
Berdoalah….
Andai diumpamakan islam seperti sebuah bangunan using yang hamper roboh,maka aku akan berjalan ke seluruh pelusuk tempat bagi mencari jiwa-jiwa muda,aku tak ingin mengutip dengan ramainya bilangan mereka,tetapi aku inginkan hati-hati yang ikhlas untuk membantu bersamaku membina kembali bangunan using itu menjadi bangunan yang tersergam indah –imam Hassan al-banna-
Mencari kemanisan dalam kehidupan
Mehnah mendatang terasa terbeban
Bawa hatimu kepada Tuhan
Di sana menanti syurga idaman
Apabila kita diuji dengan apa yang sering kita dakwahkan, itu petanda Allah sedang mendidik kita agar melaksanakan apa yang kita perkatakan.
Bersyukurlah kerana ALLAH masih sudi mengingati kita dalam usaha kita mengingatkan manusia.
~ sekuat mana pun DUGAAN yang kita hadapi, sebesar apa pun KEGAGALAN yang kita rasai, sesusah mana pun HARI-HARIyang kita lalui.. jangan pernah berhenti harap pada pertolongan ILAHI, jangan pernah berhenti berdoa pada RABBI, kerana DOA adalah HARAPAN, dan HARAPAN adalah MASA HADAPAN, kerana HARAPAN adalah sumber KEKUATAN, dan kerana DOA adalah PINTU KEBAIKAN dan DOA adalah SENJATA orang BERIMAN..
~Muhasabah mesti diteruskan. Tarbiyah mesti dimantapkan, agar menjadi satu binaan Muhafazoh yang kukuh. kekurangan makanan rohani di kalangan pendokong Islam akan membuatkan iri syaitan menjelma.
~Bila bersandar pada makhluk-NYA, tika berpisah rasa kehilangan, tika terasing rasa ditinggalkan, jiwa menderita, gelisah sentiasa.. Bila bersandar hanya pada Tuhan, merasai cukup hanya dengan-NYA, ALLAH sentiasa ada dalam jiwa, biar terlihat tidak punya apa, tapi hati kaya dengan rasa, rasa kasih dan cinta ILAHi, menjadi cahaya penyejuk jiwa..
~untungnya menjadi org mukmin,smkin musibah melanda smkin mustajab doanya…bukan perjuangan tanpa kesulitan…tapi dlm kesulitan ada ketenangan…menguji kekuatan…kita tidak sendirian…hidup demi Allah…mati kerana Allah.biapun jalannya berliku…namun noktahnya tetap sama “,
"Dunia ini umpama lautan yg luas. Kita adalah kapal yg belayar dilautan telah ramai kapal karam didalamnya.. andai muatan kita adalah iman,dan layarnya takwa,nescaya kita akan selamat dari tersesat di lautan hidup ini."
~bila engkau memandang segalanya dari Tuhanmu yang mencipta segalanya,yang menimpakan ujian.menjadikan sakit hatimu,yang membuatkan keinginanmu terhalang.serta menyusahkan hidupmu.pasti akan damailah hatimu kerana masakan Allah sengajautk sesuatu yang sia-sia,bukan Allah tak tahu deritanya hidupmu,retaknya hatimu,tapi mungkin itulah yang Dia mahu kerana Dia tahu hati yg sebeginilah yg selalunya lebih lunak dan mudah utk dekat dan akrab dgn-Nya
Alihkan pandangan matamu ke arah LAUT, airnya cantik membiru dan penuh dengan ketenangan. Tetapi hanya Allah sahaja yang mengetahui rahsia di dalamnya. Begitu juga dengan kehidupan manusia, riang dan ketawa tetapi hanya Allah yang mengetahui rahsia kehidupannya. Jika rasa kecewa, alihkan pandanganmu ke arah SUNGAI, airnya tetap mengalir biarpun berjuta batu yang menghalangnya. Dan jika rasa sedih,alihkan pandanganmu ke arah LANGIT, sedarlah dan sentiasa ingatlah bahawa Allah sentiasa bersamamu.
~Sedarlah wahai insane ketulusan budi penghias peribadi,kemanisan iman sumber keindahan,kesabaran hati benteng nafsu keduniaan.walau hari ini kita sering ditinggalkan teman seperjuangan ingatlah yang kita masih berTuhan,salami hati dan perasaan tepis keegooan bina ketaqwaan.Insya- Allah akidah akan berkekalan ~
~ kadang-kadang tarbiah buat kita lemah tapi tarbiah juga buat kita kuat,kekadanng tarbiah buat kita penat,malah tarbiah juga buat kita puas.kenapa dikeluhkan resah? Kenapa dinaungi lemah? Bukankah Allah janjikan syurga sebagai tukaran segala perit? Bersyukurlah kita diberi peluang untuk bekerja dengan BOSS yang paling pemurah.seringkali langkah lemah kerana rengekan nafsu.seringkali air mata mengalir kerana tekanan jiwa yang keletihan dan jiwa lemah kerana tapak hati yang kian haus dari rahmat Allah.Duhai ansorullah,jangan mudah mengalah,jangan biar karat-karat jemu menghitami orak mindamu,jangan benarkan girang kemalasan melabuhi hatimu,jangan izin raja nafsu memerintahi jiwamu,teruslah melangkah,teruslah mujahadah,teruslah berjuang dalam sebuah kemenangan sehingga dirimu lemas dalam lautan syahid senyumlah pada mehnah yang datang ~
Buatmu mujahidah solehah…kekadang kita merasa lemah dan kepenatan melalui lorongini,hujan panas silih berganti namun x semendung hati mereka yang mengerti makna perjuangan….bersabarlah teman,hari ini kau diuji namun adakah DIA membiarkan dirimu berterusan begini,ALLAH rindukan tangis dan tawakalmu kerana kita Cuma hambaNYA yang sering kali melakukan khilaf.tapi jangan pernah dalam hatimu merasa lemah dan berputus asa kerana penguatmu ALLAH jua…kapadaNYA jualah kita berharap…
Kekuatan sebenar seorang mukmin ialah apabila ia bersandar sepenuhnya dan segalanya kepada ALLAH s.w.t,menjadikannya manusia yang tidak kenal putus asa dan kecewa, tidak takutkan cabaran dan kegagalan. Disebalik semua inilah ketenangan dan lapang dada,kemanisan iman yang sebenar
Sometimes kita berdoa utk kuat tp kenapa byk dugaan???
Sometimes kita berdoa utk minta cerdik tp masalah pula yang timbul???
Sometimes kita minta kebahagiaan tp huru hara pula….
Dugaan menjadikan mental kita kuat,masalah menjadikan kita berfikir,huru hara menjadikan kita tabah. Hebat tak ALLAH? Semua ada hikmah…kalaulah manusia tahu hadis ini: “telah berkata jibril wahai tuhan,engkau sampaikanlah hajat hambaMu,maka ALLAH menjawab: biarkan hambaKu itu, kerana AKU mencintai suaranya…
Berdoalah….
Andai diumpamakan islam seperti sebuah bangunan using yang hamper roboh,maka aku akan berjalan ke seluruh pelusuk tempat bagi mencari jiwa-jiwa muda,aku tak ingin mengutip dengan ramainya bilangan mereka,tetapi aku inginkan hati-hati yang ikhlas untuk membantu bersamaku membina kembali bangunan using itu menjadi bangunan yang tersergam indah –imam Hassan al-banna-
Mencari kemanisan dalam kehidupan
Mehnah mendatang terasa terbeban
Bawa hatimu kepada Tuhan
Di sana menanti syurga idaman
Apabila kita diuji dengan apa yang sering kita dakwahkan, itu petanda Allah sedang mendidik kita agar melaksanakan apa yang kita perkatakan.
Bersyukurlah kerana ALLAH masih sudi mengingati kita dalam usaha kita mengingatkan manusia.
Thursday, October 15, 2009
Tuesday, October 6, 2009
seharum mawar~

Salam sayang buatmu……
Saudariku yang mendirikan solat dan berpuasa dengan taat dan kusyu’…
Salam sayang buatmu……
Saudariku yang berhijab, pemalu, anggun lagi berperibadian kukuh…
Salam sayang buatmu……
Saudariku yang selalu belajar dan menelaah dengan penuh kesedaran dan kelurusan hati…
Salam sayang buatmu……
Saudariku yang memenuhi janji dan memegang amanah, yang jujur dan mempercayai kebenaran…
Salam sayang buatmu……
Saudariku yang penyabar, selalu berharap akan pahala Allah, bertaubat dan kembali ke jalan-Nya…
Salam sayang buatmu……
Saudariku yang selalu berzikir, bersyukur, berdoa lagi penuh kesedaran…
Salam sayang buatmu……
Saudariku yang meneladani Asiyah (isteri Fir’aun), Maryam dan Khadijah…
Salam sayang buatmu……
Saudariku yang mendidik calon2 pahlawan dan mencetak calon2 tokoh terkemuka…
Salam sayang buatmu……
Saudariku yang menjaga nilai2 dan memelihara suri teladan…
Salam sayang buatmu……
Saudariku yang merasa terusik terhadap perlanggaran ketentuan yang diagungkan dan dihormati, serta menjauhkan dari perkara2 yang haram.
Ya!........ dengan senyumanmu yang cantik, yang mengirimkan cinta, dan mengutus kasih sayang bagiorang lain.
Ya!........dengan tutur kata baik anda yang dapat menjalin persahabatan yang dianjurkan syaria’t dan menghapus semua rasa dengki
Ya!........ dengan derma yang membahagiakan si miskin, menyenangkan orang fakir, mengenyangkan perut yang lapar
Ya!........dengan kesedianmu duduk bersama al-qura’an seraya membaca, merenungi dan mengamalkannya, sambil bertaubat dan beristighfar
Ya!........ denagn banyak berzikir, memohon ampun, rajin berdoa’, dan suka memperbaharui taubat
Ya!........ dengan mendidik anak-anakmu dengan agama, mengajarkan sunnah nabi dan member petunjuk tentang apa-apa yang bermanfaat bagi mereka
Ya!........ dengan rasa malumu dan hijab yang diperintahkan Allah, kerana hanya itulah cara untuk menjaga dan memelihara dirimu
Ya!........ dengan berteman bersama wanita-wanita yang baik dari kalangan mereka yang mempunyai rasa takut kepada Allah, menyukai pengamalan agama dan menghormati norma-norma etika
Ya!........ dengan berbuat baik kepada orang tuanya, menyambung persaudaraan, menghormati tetangga, menyantuni anak yatim
Ya!........ untuk membaca sesuatu yang bermanfaat dengan menelaah buku yang menarik dan berfaedah, buku yang menyenangkan dan memberi tuntunan.
TIDAK…! Anda tidak akan menyia-nyiakan umurmu, seperti senang membalas dendam dan berselisih dengan perkara yang tiada ada kebaikannya
TIDAK…! Anda tidak akan menghasilkan wang dan menghimpunkanya dengan mengorbankan kesihatan, kebahagian, tidur dan ketenangan anda
TIDAK…! Anda tidak akan mencari-cari kesalahan orang lain dan mengumpat dengan orang lain serta melupakan kesalahan dan aib diri sendiri
TIDAK…! Anda tidak akan berperangai yang suka mabuk kepayang dengan kesenangan hawa nafsu, menuruti segala tuntutan dan keinginannya
TIDAK…! Anda tidak akan menyia-nyiakan waktu dengan bersama dengan orang-orang yang menganggur dan membuang-buang waktu untuk hal yang sia2
TIDAK…! Anda tidak akan mengambil sikap acuh tak acuh terhadap badan dan rumah dari bersih, wewangian dan disiplin
TIDAK…! Anda tidak akan meminum yang haram, merokok, dan segala yang kotor dan najis
TIDAK…! Anda tidak akan mengingat musibah yang telah berlalu, bencana yang sudah silam, atau kekeliruan yang pernah di alami
TIDAK…! Anda tidak akan melupakan akhirat dan amal untuknya, dan alpa terhadap tanda-tanda keberadaannya
TIDAK…! Anda tidak akan berperangai membuang-buang harta benda dalam perkara-perkara yang haram, berlaku boros dalam perkara-perkara yang mubah, dan perilaku yang dapat melupakan perkara2 keta’atan
Melati pertama…..
Jadilah seperti lebah,ia selalu hinggap di bunga-bunga yang semerbak dan ranting-ranting yang segar
Melati kedua…..
Janagan beri kesempatan kepada diri anda untuk menyelidiki kelemahan orang lain dan mencari-cari kesalahan mereka
Melati ketiga…..
Jika Allah selalu bersamamu, maka siapa yang harus engkau takuti? Sebaliknya, jika Allah menjadi musuhmu, maka kepada siapa engkau akan berharap?
Melati keempat…..
Api kedengkian dan hasad dengki selalu membakar tubuh, dan sikap yang terlalu pencemburu itu ia ibarat api yang membara
Melati kelima…..
Jika anda tidak mempersiapkan diri sejak hari ini, maka hari esok bukan menjadi milik anda.
Melati keenam…..
Mundurlah dengan teratur dari tempat-tempat huru hara dan persengketaan
Melati ketujuh…..
Bertingkah-lakulah dengan akhlaqmu yang lebih indah dan cantik dari sebuah taman
Melati kelapan…..
Berikanlah kebajikan, nescaya anda akan menjadi manusia yang paling bahagia
Melati kesembilan…..
Biarkan urusan makhluk menjadi urusan Penciptanya, biarkan yang mendengki sampai mati, dan biarkan yang memusuhi terlupakan
Melati kesepuluh…..
Kelazatan sesuatu yang haram dapat menimbulkan penyesalan, penderitaan dan hukuman.
Mawar pertama……..
Ingatlah bahawa sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengampuni orang yang beristighfar, Maha Pemberi Taubat atas siapa saja yang bertaubat dan menerima orang yang kembali kepadanya.
Mawar kedua……….
Kasihanilah orang-orang yang lemah, nescaya anda akan bahagia.berilah orang-orang yang memerlukan pertolongan, nescaya anda akan merasa puas. Rendamlah emosi anda, nescaya anda akan selamat
Mawar ketiga…………
Optimislah, kerana sesungguhnya Allah bersamamu, para malaikat memohon ampunan untukmu dan syurga telah menunggumu.
Mawar keempat…….
Hapuslah airmatamu dengan berprasangka baik kepada-Nya. Buanglah segala penderitaan dan kesedihanmu dengan mengingat segala nikmat Allah kepadamu
Mawar kelima……..
Jangan anda mengira bahawa dunia diciptakan untuk melayani secara lengkap, kerana pada hakikatnya tiada seorang pun di muka bumi Allah ini yang akan mendapatkan semua yang diinginkannya dan terbebas dari segala macam kekeruhan
Mawar keenam……….
Jadilah seperti pohon kurma; tinggi cita-citanya, kebal dari penyakit dan bila dilempar batu, ia membalas dengan buah kurmanya
Mawar ketujuh……….
Pernahkah kau mendengar bahawa sesungguhnya kesedihan itu dapat mengembalikan kenangan di masa lalu dan sesungguhnya kegelisahan itu dapat membenarkan kesalahan. Maka dari itu, mengapa kau harus bersedih dan gelisah?
Mawar kelapan……….
Jangan anda menunggu datangnya bencana dari fitnah,tetapi tunggulah kedatangan keamanan, kedamain dan kesihatan, insyaAllah
Mawar kesembilan……..
Padamkan api kedengkian di dadamu dengan memaafkan semua yang pernah berbuat salah kepadamu
Mawar kesepuluh……..
Mandi, berwudhu’, memakai wewangian dan bersiwak dengan teratur, merupakan ubat mujarab untuk mengatasi kepenatan dan kesempitan ~~
kerinduan buat arwah nenda
Mok, masyaAllah rindunya cucumu ini pada sesusuk tubuh, belaian lembut dan kata nasihatmu.. sungguh, rindu ini tak mampu untuk ku rungkaikan dengan bertemu denganmu kerana kau telah bersemadi aman menemui Rabbmu. Hanya kalungan doa’ dan surah2 yang kau pesan untuk ku baca setiap kali selesai solat farduku tiada berkeputusan ku kirim untukmu nenek..
‘niatkan sadaqah untuk nenek sblum m’bc kalamullah’..
Itulah kata-kata yang umi selalu ulang memujuki ku setelah ku sering menangis tatkala meluahkan rasa rindu yang bersarang untuk nendaku itu.. betapa aku belum bersedia atas kehilanganmu.. bukan ku menafi ketentuan takdir, tetapi kedewasaan ini belum benar-benar matang mungkin.
Ku ingin bersamamu.
Ku ingin memelukmu erat seperti dulu…
ku ingin kau mendengar hafalan quranku..
ku ingin mendengar pesananmu yang risaukan ku jauh dari keluarga saat hari-hari terakhirku di kampung sebelum bertolak ke UIA..
ku ingin memimpinmu lagi ke meja makan dengan tongkatmu…
saat terpandang tongkatmu yang kau tinggalkan sepi di sudut bilikku, terhambur tangisan yang menderu. Tangisan rindu seorang cucu…
kau sering pesan padaku, jaga akhlaq cu..
mok, tak sempat ku ingin mengenalkanmu dengan cucu barumu putera hatiku dan hero generasiku, kau telah tiada.. Ku ingin kau berdoa’ dan bersembahyang hajat untukku. Kerana kau begitu teliti risaukanku dalam hal ini..
Ku pasrah amat…
hari ni, eid’fitri 1430H, adalah tahun pertama tanpamu. Selesai sembahyang tasbih hari raya, bergegas ku mengangkut sebilangan cucu2mu ke kubur. Mok, rindu kat mok. Tak ku sangka tahun lalu adalah tahun terakhir rayaku bersamamu selama-lamanya.
Mok, rindu ini satu penyakit yang susah sembuhnya. Alunan quran sahaja alat penenangnya.
Moga kita bertemu kembali di jannatul Firdaus. Amen.
Itulah kata-kata yang umi selalu ulang memujuki ku setelah ku sering menangis tatkala meluahkan rasa rindu yang bersarang untuk nendaku itu.. betapa aku belum bersedia atas kehilanganmu.. bukan ku menafi ketentuan takdir, tetapi kedewasaan ini belum benar-benar matang mungkin.
Ku ingin bersamamu.
Ku ingin memelukmu erat seperti dulu…
ku ingin kau mendengar hafalan quranku..
ku ingin mendengar pesananmu yang risaukan ku jauh dari keluarga saat hari-hari terakhirku di kampung sebelum bertolak ke UIA..
ku ingin memimpinmu lagi ke meja makan dengan tongkatmu…
saat terpandang tongkatmu yang kau tinggalkan sepi di sudut bilikku, terhambur tangisan yang menderu. Tangisan rindu seorang cucu…
kau sering pesan padaku, jaga akhlaq cu..
mok, tak sempat ku ingin mengenalkanmu dengan cucu barumu putera hatiku dan hero generasiku, kau telah tiada.. Ku ingin kau berdoa’ dan bersembahyang hajat untukku. Kerana kau begitu teliti risaukanku dalam hal ini..
Ku pasrah amat…
hari ni, eid’fitri 1430H, adalah tahun pertama tanpamu. Selesai sembahyang tasbih hari raya, bergegas ku mengangkut sebilangan cucu2mu ke kubur. Mok, rindu kat mok. Tak ku sangka tahun lalu adalah tahun terakhir rayaku bersamamu selama-lamanya.
Mok, rindu ini satu penyakit yang susah sembuhnya. Alunan quran sahaja alat penenangnya.
Moga kita bertemu kembali di jannatul Firdaus. Amen.
Subscribe to:
Posts (Atom)






