Wednesday, March 30, 2011
Friday, March 18, 2011
.: Antara Bidadari dan Penghuni Syurga :.
siang tadi pergi ke rumah kawan baik umi.
majlis menyambut menantu sulung ank kawan baik umi.
menantu perempuan.
menantu pertama dari anak lelaki kedua umi ***.
melihat muka umi *** buat hatiku hancur.
remuk dalam sebak.
semoga umi *** tabah.
perkahwinan yang tidak dipersetujui oleh umi *** akhirnya selamat berlangsung.
ayuh, kita doakan baitul muslim mereka mendapat keberkatan dan hidayah Allah.
restuilah mereka, umi ***
....................................................................................................
hati seorang ibu dihiris begitu sekali.
ku juga seorang perempuan.
wlau tidak dapat menyelami sepenuhnya perasaan umi ***, tetapi cukup membuatkan ku kecewa amat dengan rijal muda pembuat kapal yang cukup tinggi tahap keintelektualannya itu.
untuk akh *** : kamu bijak dlm membina sebuah kapal besar, tetapi kini kamu gagal dlm menilai ilmu kehidupan.
umi ku bercerita tentang tangisan pilu umi *** terhadap keputusan nekad anak lelakinya itu,
jauh dalam diriku, mendoakan jika nanti ku seorang ibu, minta Kau jauhkan Ya Allah diuji dengan dugaan hebat itu.
umi *** seorang mujahidah yang sungguh cekal di medan bersama PAS.
suaminya juga seorang ayah yang cukup rapat dengan anak-anaknya.
begitu besar dugaan yang Kau ujikan pada mereka ya Allah.
semoga ada hikmah yang lebih besar buat penyebaran Islam.
amin.
untuk umiku : ku kian memahami pengorbanan cinta seorang ibu, yang tiada tolok bandingnya.
cinta yang terlalu suci.
semoga cinta yang mendapat hidayah dari Allah.
Saturday, March 12, 2011
kemenangan semakin hampir
Al-Quds week di UIA y berlansung selama seminggu membuahkan aura jihad yang sungguh berbeza.
aku melihat kelainan.
ku lihat kerja-kerja akhawat senior dahulu seperti telah perlahan lahan Allah berikan hasil.
seminggu ini, air mata dan kekaguman semakin bercampur baur.
Ya Allah, aku sedang berada bersama golongan terpilih akhir zaman!
Allah, fabiayyiala irabbikuma tukazziban..
Ya Rabb,
hidupkan dan matikan ku bersama mereka.
aku melihat kelainan.
ku lihat kerja-kerja akhawat senior dahulu seperti telah perlahan lahan Allah berikan hasil.
seminggu ini, air mata dan kekaguman semakin bercampur baur.
Ya Allah, aku sedang berada bersama golongan terpilih akhir zaman!
Allah, fabiayyiala irabbikuma tukazziban..
Ya Rabb,
hidupkan dan matikan ku bersama mereka.
Penyebab Gagalnya Dakwah : Israaf (Berlebihan)
http://www.eramuslim.com/manhaj-dakwah/gagalnya-dakwah/penyebab-gagalnya-dakwah-israaf-berlebihan.htm
Oleh Dr. Sayyid Nuh
Israf mempunyai makna melakukan sesuatu, tetapi tidak dalam rangka ketaatan, atau boros dan melampui batas. (kitab al-Qumus al-Muhiith, 3/15). Tetapi, israaf ialah penyakit rohani berupa perbuatan yang melampui batas kewajaran, baik dalam hal makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan lai sebagainya.
Faktor-Faktor Penyebab Israaf
Pertama, latar belakang keluarga. Sikap israaf dapat timbul akibat pengaruh situasi dan kondisi serta latar belakang keluarga. Seseorang yang dibesarkan disebuah lingkungan keluarga yang diwarnai oleh sikap senang berlaku israaf dn berfoya-foya , maka kmungkinan besar dirinya akan tertulari oleh penyakit itu, kecuali mereka dikasihi oleh-Nya.
Seorang penyair melukiskan fenomena tersebut dalam untaian syairnya seperti :
“Seseorang akan tumbuh berkembang, sebagaimana yang dibiasakan oleh orang tuanya”.
Dari keterangan diatas agaknya kita dapat memetik hikmah rahasia ajaran Islam yang meminta kepada para orang tua agar mereka menjadikan tuntutan syariah Allah sebagai rujukan dalam memilih jodoh bagi putra-putrinya :
“Dan kawinkanlah orang-orang sendirian (belum kawin) diantara kamu, dan (kawinkanlah) orang-orang yang shaleh (baik) di antara hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.” (QS. An-Nuur [24] : 32)
“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik walaupun ia menarik hatimu. Jangahlan kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik daripada orang musyrik walaupun dia menarik perhatian hatimu. Mereka akan mengajakmu ke neraka, sedang Allah mengajakmu ke surga dan ampunan dengan izin-Nya.” (QS. Al-Baqarah [2] : 221)
Kedua, keluasan rezeki yang diperoleh setelah kesempitan. Sebab lain yan dapat mendorong sikap israaf adalah keluasan atau kemudahan dalam mendapatkan rezeki atau kesenangan hidup yang sebelumnya sangat sulit didapatkan. Di kalangan umat ini kerap terjadi kasus orang-orang yang selagi mereka dicoba oleh Allah dengan kesempaitan rezeki dan aneka kekurangan hidup lainnya, mereka mampu bersikap sabara dan tabah menerima keadaan tersebut.
Mereka masih tetap bertahan memegang kendali prinsip-prinsip Ilahi. Akan tetapi manakala mereka dicoba oleh Allah dengan kelapangan rezeki dan kemudahan mendapatkan kesenangan hidup, justru mereka tidak mampu bersikap tawassuth (pertengahan) dan I’tidal (seimbang) dalam mempergunakan harta dan kenikmatan hidup yang ada pada dirinya untuk menuju keridhaan –Nya. Sebaliknya, sikap hidup mereka berbalik drastis dan berlaku israaf dan tabdziir (menyia-nyiakan harta).
Amr bin Auf r.a. meriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, bersabda : “Sebarkanlah berita gembira dan bercita-citalah dengna sesuatu yang membuat kalian senang. Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku kawatirkan atas kalian, tetapi aku kawatir jika dunia telah dihamparkan kepada kalian sebagaimana dihamparkan kepada umat terdahulu, kemudian kalian akan saling berlomba sebagaimana mereka berlomba, sehingga akhirnya, hal iu akan membinasakan kalaian, sebagaimana telah membinasakan mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)
Abu Sa’id al Hudri r.a juga meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalahu Alaihi Wa salam, bersabda : “Sesungguhnya kehidupan dunia itu manis dan menawaan, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian Khalifah diatasnya. Maka takutlah kalian dengan manisnya kehidupan dunia dan waspadalah terhadap wanita , karena sesungguhnya awal fitnah yang menimpa Bani Israel adalah wanita.” (HR. Muslim)
Oleh Dr. Sayyid Nuh
Israf mempunyai makna melakukan sesuatu, tetapi tidak dalam rangka ketaatan, atau boros dan melampui batas. (kitab al-Qumus al-Muhiith, 3/15). Tetapi, israaf ialah penyakit rohani berupa perbuatan yang melampui batas kewajaran, baik dalam hal makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan lai sebagainya.
Faktor-Faktor Penyebab Israaf
Pertama, latar belakang keluarga. Sikap israaf dapat timbul akibat pengaruh situasi dan kondisi serta latar belakang keluarga. Seseorang yang dibesarkan disebuah lingkungan keluarga yang diwarnai oleh sikap senang berlaku israaf dn berfoya-foya , maka kmungkinan besar dirinya akan tertulari oleh penyakit itu, kecuali mereka dikasihi oleh-Nya.
Seorang penyair melukiskan fenomena tersebut dalam untaian syairnya seperti :
“Seseorang akan tumbuh berkembang, sebagaimana yang dibiasakan oleh orang tuanya”.
Dari keterangan diatas agaknya kita dapat memetik hikmah rahasia ajaran Islam yang meminta kepada para orang tua agar mereka menjadikan tuntutan syariah Allah sebagai rujukan dalam memilih jodoh bagi putra-putrinya :
وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Dan kawinkanlah orang-orang sendirian (belum kawin) diantara kamu, dan (kawinkanlah) orang-orang yang shaleh (baik) di antara hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.” (QS. An-Nuur [24] : 32)
وَلَا تَنكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن
مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik walaupun ia menarik hatimu. Jangahlan kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik daripada orang musyrik walaupun dia menarik perhatian hatimu. Mereka akan mengajakmu ke neraka, sedang Allah mengajakmu ke surga dan ampunan dengan izin-Nya.” (QS. Al-Baqarah [2] : 221)
Kedua, keluasan rezeki yang diperoleh setelah kesempitan. Sebab lain yan dapat mendorong sikap israaf adalah keluasan atau kemudahan dalam mendapatkan rezeki atau kesenangan hidup yang sebelumnya sangat sulit didapatkan. Di kalangan umat ini kerap terjadi kasus orang-orang yang selagi mereka dicoba oleh Allah dengan kesempaitan rezeki dan aneka kekurangan hidup lainnya, mereka mampu bersikap sabara dan tabah menerima keadaan tersebut.
Mereka masih tetap bertahan memegang kendali prinsip-prinsip Ilahi. Akan tetapi manakala mereka dicoba oleh Allah dengan kelapangan rezeki dan kemudahan mendapatkan kesenangan hidup, justru mereka tidak mampu bersikap tawassuth (pertengahan) dan I’tidal (seimbang) dalam mempergunakan harta dan kenikmatan hidup yang ada pada dirinya untuk menuju keridhaan –Nya. Sebaliknya, sikap hidup mereka berbalik drastis dan berlaku israaf dan tabdziir (menyia-nyiakan harta).
Amr bin Auf r.a. meriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, bersabda : “Sebarkanlah berita gembira dan bercita-citalah dengna sesuatu yang membuat kalian senang. Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku kawatirkan atas kalian, tetapi aku kawatir jika dunia telah dihamparkan kepada kalian sebagaimana dihamparkan kepada umat terdahulu, kemudian kalian akan saling berlomba sebagaimana mereka berlomba, sehingga akhirnya, hal iu akan membinasakan kalaian, sebagaimana telah membinasakan mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)
Abu Sa’id al Hudri r.a juga meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalahu Alaihi Wa salam, bersabda : “Sesungguhnya kehidupan dunia itu manis dan menawaan, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian Khalifah diatasnya. Maka takutlah kalian dengan manisnya kehidupan dunia dan waspadalah terhadap wanita , karena sesungguhnya awal fitnah yang menimpa Bani Israel adalah wanita.” (HR. Muslim)
Friday, January 21, 2011
why i am working?
i am working.
i'm working not because to find money to support myself.
i have dad, brothers whose responsible to
feed me
to raise me
to make sure for my food is there if their stomach are also full.
they all are my wali mujbir.
mereka bertanggungjawab memberi saya
makan
pakaian
kasih sayang
ilmu
perlindungan
sehingga akhir hayat saya, jika saya ditakdirkan ALLAH umtuk tidak bersuami di dunia.
saya hanya bekerja for the sake of Allah.
bukan gaji yang saya pandang.
saya memandang 1 matlamat
matlamat besar untuk ISLAM.
saya tahu, Allah pasti memberi yang terbaik buat saya.
saya tidak gentar.
saya yakin.
Terima kasih Allah, atas segalanya.
" bukan syurga yang ku damba, tetapi semuanya ku lakukan hanya untuk menunjukkan rasa cintaku pada Allah" - Ahli sufi Rabiatul Adawiyah
i'm working not because to find money to support myself.
i have dad, brothers whose responsible to
feed me
to raise me
to make sure for my food is there if their stomach are also full.
they all are my wali mujbir.
mereka bertanggungjawab memberi saya
makan
pakaian
kasih sayang
ilmu
perlindungan
sehingga akhir hayat saya, jika saya ditakdirkan ALLAH umtuk tidak bersuami di dunia.
saya hanya bekerja for the sake of Allah.
bukan gaji yang saya pandang.
saya memandang 1 matlamat
matlamat besar untuk ISLAM.
saya tahu, Allah pasti memberi yang terbaik buat saya.
saya tidak gentar.
saya yakin.
Terima kasih Allah, atas segalanya.
" bukan syurga yang ku damba, tetapi semuanya ku lakukan hanya untuk menunjukkan rasa cintaku pada Allah" - Ahli sufi Rabiatul Adawiyah
Thursday, January 13, 2011
the challange! music to the ears. :)
Student misbehavior isn't always about bad attitudes and "keeping reps" (reputation). Many times student misbehavior in the classroom happens because of boredom. When students are bored in class their brains begin to wander and they start thinking, "I wonder what would happen if I…" Then the little disruptions begin. The little disruptions pile up and turn into large disruptions. This scenario can go on and on until everything is out of control. What can we do about this kind of behavior?
| Amir farhan. Thanks for being the great one of mine! The future islamic leaders, amin. |
Keeping students involved and engaged in activities is the very best solution. When students are excited about their learning, they are motivated to pay attention in class. You get excited because your students are actually paying attention. The students sense your excitement and get even more motivated to stay in your class. The positive effects continue to pile up. However, it isn't always easy to keep students involved and engaged.
paper/pencil worksheets are not engaging activities.
Do they keep students busy?
Yes.
Are they motivating?
No.
Reading the textbook aloud and then answering questions at the end of the section is not an engaging activity. Does it take up the whole class period?
Yes.
Is it motivating and exciting to students?
No.
While these activities deceptively look like they keep students involved and engaged, in reality they do not.
In fact, you can generally meet the same goals and objectives with different activities.
Activities that involve and engage students are ones where they are manipulating the information physically and mentally.
Students need to be moving around,
working in groups,
and
discovering information for themselves.
Reading along, taking notes, listening to a lecture, or copying vocabulary words are all passive learning activities.
Instead you want to get students actively thinking and moving. How can you accomplish this? You need to start thinking "out of the box."
Below are a few tips and ideas to help you along.
Do you have a lot of worksheets in your school/district curriculum?
How might your students gain the same information in a more engaging manner?
Break students into groups and give each group different questions from the worksheet.
The group must answer their questions, create a half-poster that illustrates the answers, and then present the information to the class. Students could use graphic organizers such as a web, Venn Diagram, or T-chart to present the information. Your students might want to create a rhyme, poem, or song to help other students remember the information.
Do you have chronological information that students must remember?
Type out the information and cut it up into strips. Give each pair or group of students an envelope with the strips. Have them work together to put the events in order. This could also work with the steps of a math problem or science experiment. Let students paste the strips onto construction paper.
Have students retell a section of the textbook as a short children's story. Tell it from the point of view of one of the elements or participants. Use a round-robin story. Break students into groups. Each group is assigned a section in the chapter. One student starts writing the "retelling". After a minute or two, pass the paper to the next student who continues the story. Keep rotating the paper around the group until the entire section is retold in a story. Set a timer to help everyone stay on track.
Create mobiles that represent information. When students read a novel or a section in the textbook, have them draw pictures that illustrate the concept or events and hang it on a mobile.
Make a class paper chain of information.
Each student writes one fact on a strip of construction paper.
Have the class stand in front of the room.
The first student reads their strip and then folds it in a circle while you staple it.
The next student reads their fact and then attaches their strip to the chain.
Continue through the entire class.
Give students "clues" to look for items in the classroom that relate to your topic of study. Put students on a "scavenger hunt". Once they find the item, they must explain why it is on the scavenger hunt. Let students go on a road trip. Place different stop signs around the school or classroom with an activity or reading passage. Students must "travel" to each place and complete the activity (idea courtesy of Beaver Elementary). Give students a "passport" that must be stamped at each "stop" on their trip.
Let students make artifacts from a culture they are studying or give a speech as a famous historical person or a character from their novel. Give students the opportunity to act out 5 plus 3 or 10 divided by 5. Create centers for students to visit and complete an activity that meets one of your learning objectives.
These kinds of activities get students moving both physically and mentally. Before you know it you'll hear complaints like,
"Is it time to go already?" and
"I'm not finished," from your students.
But those kinds of complaints are music to the ears.
It isn't easy to create these activities and plan out the details.
You have to provide structure and you have to constantly monitor and guide students as they work.
You won't have perfect products in the beginning and will have to stress the importance of turning in work that reflects "personal best."
| Thanks sweetheart. R u trying to seduce me, urm? ^-^ |
It takes time and it takes effort. But when you start hearing those complaints, you'll know that it was well worth doing.
Subscribe to:
Posts (Atom)

