Saturday, March 12, 2011

Penyebab Gagalnya Dakwah : Israaf (Berlebihan)

http://www.eramuslim.com/manhaj-dakwah/gagalnya-dakwah/penyebab-gagalnya-dakwah-israaf-berlebihan.htm

Oleh Dr. Sayyid Nuh

Israf mempunyai makna melakukan sesuatu, tetapi tidak dalam rangka ketaatan, atau boros dan melampui batas. (kitab al-Qumus al-Muhiith, 3/15). Tetapi, israaf ialah penyakit rohani berupa perbuatan yang melampui batas kewajaran, baik dalam hal makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan lai sebagainya.

Faktor-Faktor Penyebab Israaf

Pertama, latar belakang keluarga. Sikap israaf dapat timbul akibat pengaruh situasi dan kondisi serta latar belakang keluarga. Seseorang yang dibesarkan disebuah lingkungan keluarga yang diwarnai oleh sikap senang berlaku israaf dn berfoya-foya , maka kmungkinan besar dirinya akan tertulari oleh penyakit itu, kecuali mereka dikasihi oleh-Nya.

Seorang penyair melukiskan fenomena tersebut dalam untaian syairnya seperti :
“Seseorang akan tumbuh berkembang, sebagaimana yang dibiasakan oleh orang tuanya”.

Dari keterangan diatas agaknya kita dapat memetik hikmah rahasia ajaran Islam yang meminta kepada para orang tua agar mereka menjadikan tuntutan syariah Allah sebagai rujukan dalam memilih jodoh bagi putra-putrinya :

وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang sendirian (belum kawin) diantara kamu, dan (kawinkanlah) orang-orang yang shaleh (baik) di antara hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.” (QS. An-Nuur [24] : 32)

وَلَا تَنكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن 

مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik walaupun ia menarik hatimu. Jangahlan kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik daripada orang musyrik walaupun dia menarik perhatian hatimu. Mereka akan mengajakmu ke neraka, sedang Allah mengajakmu ke surga dan ampunan dengan izin-Nya.” (QS. Al-Baqarah [2] : 221)

Kedua, keluasan rezeki yang diperoleh setelah kesempitan. Sebab lain yan dapat mendorong sikap israaf adalah keluasan atau kemudahan dalam mendapatkan rezeki atau kesenangan hidup yang sebelumnya sangat sulit didapatkan. Di kalangan umat ini kerap terjadi kasus orang-orang yang selagi mereka dicoba oleh Allah dengan kesempaitan rezeki dan aneka kekurangan hidup lainnya, mereka mampu bersikap sabara dan tabah menerima keadaan tersebut.

Mereka masih tetap bertahan memegang kendali prinsip-prinsip Ilahi. Akan tetapi manakala mereka dicoba oleh Allah dengan kelapangan rezeki dan kemudahan mendapatkan kesenangan hidup, justru mereka tidak mampu bersikap tawassuth (pertengahan) dan I’tidal (seimbang) dalam mempergunakan harta dan kenikmatan hidup yang ada pada dirinya untuk menuju keridhaan –Nya. Sebaliknya, sikap hidup mereka berbalik drastis dan berlaku israaf dan tabdziir (menyia-nyiakan harta).

Amr bin Auf r.a. meriwayatkan bahwasanya Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, bersabda : “Sebarkanlah berita gembira dan bercita-citalah dengna sesuatu yang membuat kalian senang. Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku kawatirkan atas kalian, tetapi aku kawatir jika dunia telah dihamparkan kepada kalian sebagaimana dihamparkan kepada umat terdahulu, kemudian kalian akan saling berlomba sebagaimana mereka berlomba, sehingga akhirnya, hal iu akan membinasakan kalaian, sebagaimana telah membinasakan mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Abu Sa’id al Hudri r.a juga meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalahu Alaihi Wa salam, bersabda : “Sesungguhnya kehidupan dunia itu manis dan menawaan, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian Khalifah diatasnya. Maka takutlah kalian dengan manisnya kehidupan dunia dan waspadalah terhadap wanita , karena sesungguhnya awal fitnah yang menimpa Bani Israel adalah wanita.” (HR. Muslim)

Friday, January 21, 2011

why i am working?

i am working.
i'm working not because to find money to support myself.

i have dad, brothers whose responsible to
feed me
to raise me
to make sure for my food is there if their stomach are also full.

they all are my wali mujbir.

mereka bertanggungjawab memberi saya
makan
pakaian
kasih sayang
ilmu
perlindungan

sehingga akhir hayat saya, jika saya ditakdirkan ALLAH umtuk tidak bersuami di dunia.

saya hanya bekerja for the sake of Allah.

bukan gaji yang saya pandang.

saya memandang 1 matlamat

matlamat besar untuk ISLAM.

saya tahu, Allah pasti memberi yang terbaik buat saya.

saya tidak gentar.

saya yakin.

Terima kasih Allah, atas segalanya.

" bukan syurga yang ku damba, tetapi semuanya ku lakukan hanya untuk menunjukkan rasa cintaku pada Allah" - Ahli sufi Rabiatul Adawiyah

Thursday, January 13, 2011

the challange! music to the ears. :)

Student misbehavior isn't always about bad attitudes and "keeping reps" (reputation). Many times student misbehavior in the classroom happens because of boredom. When students are bored in class their brains begin to wander and they start thinking, "I wonder what would happen if I…" Then the little disruptions begin. The little disruptions pile up and turn into large disruptions. This scenario can go on and on until everything is out of control. What can we do about this kind of behavior?




Amir farhan.
Thanks for being the great one of mine!
The future islamic leaders, amin.
 
Keeping students involved and engaged in activities is the very best solution. When students are excited about their learning, they are motivated to pay attention in class. You get excited because your students are actually paying attention. The students sense your excitement and get even more motivated to stay in your class. The positive effects continue to pile up. However, it isn't always easy to keep students involved and engaged.

paper/pencil worksheets are not engaging activities.
Do they keep students busy?
Yes.
Are they motivating?
No.
Reading the textbook aloud and then answering questions at the end of the section is not an engaging activity. Does it take up the whole class period?
Yes.
Is it motivating and exciting to students?
No.
While these activities deceptively look like they keep students involved and engaged, in reality they do not.
In fact, you can generally meet the same goals and objectives with different activities.

Activities that involve and engage students are ones where they are manipulating the information physically and mentally.

Students need to be moving around,
working in groups,
and
discovering information for themselves.

Reading along, taking notes, listening to a lecture, or copying vocabulary words are all passive learning activities.

Instead you want to get students actively thinking and moving. How can you accomplish this? You need to start thinking "out of the box."


Below are a few tips and ideas to help you along.

Do you have a lot of worksheets in your school/district curriculum?
How might your students gain the same information in a more engaging manner?

Break students into groups and give each group different questions from the worksheet.
The group must answer their questions, create a half-poster that illustrates the answers, and then present the information to the class. Students could use graphic organizers such as a web, Venn Diagram, or T-chart to present the information. Your students might want to create a rhyme, poem, or song to help other students remember the information.

Do you have chronological information that students must remember?
Type out the information and cut it up into strips. Give each pair or group of students an envelope with the strips. Have them work together to put the events in order. This could also work with the steps of a math problem or science experiment. Let students paste the strips onto construction paper.

Have students retell a section of the textbook as a short children's story. Tell it from the point of view of one of the elements or participants. Use a round-robin story. Break students into groups. Each group is assigned a section in the chapter. One student starts writing the "retelling". After a minute or two, pass the paper to the next student who continues the story. Keep rotating the paper around the group until the entire section is retold in a story. Set a timer to help everyone stay on track.


Create mobiles that represent information. When students read a novel or a section in the textbook, have them draw pictures that illustrate the concept or events and hang it on a mobile.
Make a class paper chain of information.
Each student writes one fact on a strip of construction paper.
Have the class stand in front of the room.
The first student reads their strip and then folds it in a circle while you staple it.
The next student reads their fact and then attaches their strip to the chain.
Continue through the entire class.

Give students "clues" to look for items in the classroom that relate to your topic of study. Put students on a "scavenger hunt". Once they find the item, they must explain why it is on the scavenger hunt. Let students go on a road trip. Place different stop signs around the school or classroom with an activity or reading passage. Students must "travel" to each place and complete the activity (idea courtesy of Beaver Elementary). Give students a "passport" that must be stamped at each "stop" on their trip.


Let students make artifacts from a culture they are studying or give a speech as a famous historical person or a character from their novel. Give students the opportunity to act out 5 plus 3 or 10 divided by 5. Create centers for students to visit and complete an activity that meets one of your learning objectives.



These kinds of activities get students moving both physically and mentally. Before you know it you'll hear complaints like,
 "Is it time to go already?" and
 "I'm not finished," from your students.

But those kinds of complaints are music to the ears.

It isn't easy to create these activities and plan out the details.
You have to provide structure and you have to constantly monitor and guide students as they work.
You won't have perfect products in the beginning and will have to stress the importance of turning in work that reflects "personal best."

Thanks sweetheart. R u trying to seduce me, urm? ^-^

It takes time and it takes effort. But when you start hearing those complaints, you'll know that it was well worth doing.

Saturday, December 18, 2010

jalan cinta para pejuang

Oleh : Nurul 'Izzah Zainol

Maharku adalah jalan ini
maharku adalah cinta ini
cinta yang penuh militansi
yang kau dan aku
akan perjuangkannya
sampai hujung nyawa

“ Ya, saya ada satu cerita. Kamu mahu mendengarkannya, ini memang benar!”

Penceramah meyakinkan. Kami peserta seminar Rumah Tangga Islami tidak berkedip mata. Sangat rugi rasanya andai terpejam walau sesaat. Beliau sungguh mengesankan.

“ Pernah suatu ketika datang seorang ikhwah meminta saya carikannya calon isteri. Katanya dia mahu yang sopan santun, ayu, lemah lembut, pemalu dan TIDAK MILITAN!”

Beliau berjeda. Menahan sedak yang mahu meledak. Perkataan TIDAK MILITAN mengganggu kelancarannya barangkali. Kami ikut berkerut kening. Apa maksudnya TIDAK MILITAN. Masuk hutan angkat senjatakah?

“ Maksud kamu TIDAK MILITAN itu apa? Bisa dijelaskan”
Ikhwah itu buncah.

“ Err, maksud saya yang bukan aktif sangat bergerak sana sini. Erm, err..Yang kiranya macam sesuainya orang perempuan, tidak menonjol dirinya sana sini.”

Ahh Ikhwah itu, dirinya sendiri meragukan.

“ Oh iya..kamu mahu tahu resepi? Ini resepi rahsia rumah tangga yang belum tertulis di mana-mana, yang belum disebut di bibir siapa pun.”

Waah! Pasti mahu. Sunggu penasaran!


“ Resepinya, isteri itu harus MILITAN. Coba saja kamu mikir,saat kamu di tempat kerja, lalu anakmu demam, dia bisa memandu ke klinik. Saat barang dapur kehabisan, dia bisa cekap ke pasar tanpa perlu menunggumu, saat kamu lagi out station beberapa minggu siapa yang bisa pantas menguruskan rumahtangga sebagai ibu dan sekaligus bapa kepada anak-anakmu, pasti seorang isteri yang MILITAN.”

Ikhwah itu menelan air liur. Tergulut-gulut di depan beliau. Rasa baru sahaja menelan bom C4 yang bakal meletup dalam ususnya.

“ Kalau yang tidak bisa aktif sana sini, fizikalnya itu tidak kuat, tidak cukup mengurus hal yang banyak dalam suatu masa, ia pasti meletihkan kamu. Anak yang demam panas sahaja harus menunggu kamu pulang kerja. Tiap-tiap waktu mengganggu tugas kerjamu hanya atas hal-hal yang boleh diusahakannya sendiri. Harus mandiri ertinya.”

Oh, itukah MILITAN namanya? Saya tersenyum. Banyak sekali skrin hidup terlayar di hadapan saya saat melihat wajah para akhawat.

SEUSAI ITU..MEMANG BENAR..

Program hari itu tamat. Keluar sahaja laman parkir kereta, saya terus tidak tahan mahu tertawa, lalu menggeleng kepala. Kelihatan 2,3 orang akhawat bertungkus lumus menghidupkan motornya. Terhenjak-henjak tubuh kerana tidak mahu hidup. Datang seorang akhwat dengan gaya yang penuh militan, sekali henjakannya yang maha hebat pada pedal penghidup, terus terdengar bunyi enjin motor, sungguh militan!

Saya menuju ke kereta saya. Di bangku belakang penuh barang-barang tumpangan akhwat yang bermotor dan yang menaiki tren untuk dibawa ke universiti. Begitulah kemudahan yang ada bukan untuk dinikmati seorang diri, tapi ia adalah amanah untuk orang lain, apatahlagi akhawat yang sangat saya cintai. Saya melewati stesen minyak, Ah, kelihatan seorang akhawat dengan beg napsacknya sedang mengisi minyak motornya. Ah, sungguh militan. Mata saya bergenang, saya pasti merindui kalian dengan suasana sebegini. 

Entahlah, sejak menghampiri semester terakhir saya di UIA, saya terasa sayu andai terpisah nantinya dengan akhawat. Kenderaan di lebuh raya tidak terlalu sesak. Tetapi ia tidak menggembirakan kerana kereta dan motornya banyak sekali yang dipandu laju. Walaupun saya mungkin di antara mereka tetapi saya masih menidakkannya. Teringat sekali atuk pernah mengatakan bahawa beliau serik menaiki kereta dipandu saya, bagai mahu tercabut jantung. Ah, atuk-atuk..militan itu namanya, biar cepat asal masih sopan. Masa itu sangat berharga kan..Tidak jauh dari situ, di tepi jalan saya seakan mengenali jaket penunggang motor tersebut, persis jaket rasmi kami. Ah, akhawat lagi. Dia sedang berhenti menjawab telefonnya yang cuba diselitkan di celah-celah topi keledar. Sungguh lucu. Saya membunyikan hon. Mereka mengangkat tangan.

MasyaAllah, sepanjang jalan ke UIA saya bertemu akhwat, dan adakah mungkin saya akan terus bertemu dengan akhwat di mana-mana pada amsa akan datang? Tanpa dipinta, pipi saya basah. Entah mengapa terasa ngilu sekali andai nanti bakal hidup sendirian tanpa akhwat biarpun nanti sudah punya suami. Ia sungguh tidak sama biar diganti dengan apa pun.

Terimbas kembali beberapa isi seminar tadi. Kali ini saya benar- benar membenarkan.

“ Jika nanti, para akhwat akan menikah, andai bisa, mintalah dua perkara ini sebagai janji antara kalian dan bakal suami. Bahawa yang pertama, agar diizinkan kalian mengikuti liqo’ dan aktiviti tarbiyah. Yang kedua, agar kalian bisa terus  bersama akhwat tanpa mengabaikan tanggungjawab kepadanya.”

Saya terus memejam rapat. Ya, begitulah apa yang ingin saya minta suatu hari nantinya.

DI JALAN CINTA PARA PEJUANG…

….. ia mengajarkan jiwa yang kental dan cekal. Jiwa militant dan radikal. Bukan bererti menngangkat senjata dan kereta kebal, tetapi jiwa seorang penggerak yang tidak rela direhatkan. Kerana rehatnya seorang daei itu hanyalah di syurga. Di jalan cinta para pejuang, kita bukanlah ahli sufi yang merajut cintanya hanya di tikar sejadah dan di mimbar masjid, tetapi ia terus menyusun agenda untuk berkarya pada umatnya walau di mana saja dia berada dan pada waktu bila sahaja dia masih bernyawa. Dia bukan manusia yang lekas meminta dibantu tetapi ia sedia kuat membantu. Dia bukan manusia yang hanya bergantung harap walau pada yang berhak, tetapi jiwa mandirinya sukar dikawal kerana di jalan cinta para pejuang inilah dia belajar untuk melakukannya sendiri..itulah militansi.

-ukhti izzah-

Monday, December 13, 2010

tips cari jodoh

http://budriez04.wordpress.com/

Sekiranya anda sudah ataupun mahu berumahtangga, dan ingin mengetahui sama
ada anda serasi atau tidak, dan boleh bermuafakat atau tidak dengan suami anda,

bolehlah anda mencuba cara dan juga petua ini :

Eja nama anda dan namanya (teman lelaki) dalam huruf JAWI. 

Hitung nama anda mengikut hitungan ABJAD, kemudian hitung nama lelaki itu dengan kaedah yang serupa. Jumlahkan keduanya. 

Kemudian tambah 7 . 

Sesudah itu, tolak 9 sehinggalah bakinya menjadi 9 atau kurang. 

Kemudian rujuk kepada jadual dibawah ini:-

Bakinya Interpretasi

1 Tidak baik, dipandang rendah
2 Baik
3 Mulanya rendah, akhirnya buruk. Setelah sempit, senang
4 Baik lagi kuat
5 Rumah kemakmuran, telaga di bawah gunung
6 Mula baik, akhirnya dukacita
7 Rumahtangga bahagia, hamparan terbentang,sekaya-kayanya
8 Rumah terbalik
9 Berpindah, berbantah, berpecah.


**** Percaya benda ni boleh bawa kepada khurafat. tiada dlm hadis. tp mungkin ada kebenaran dari sudut2 tertentu. apa pun Allah knows best. 

Jaga hak Allah, pasti Allah jaga hakmu kembali.

saya cuma kagum dengan pelbagai jenis penyelidikan menggunakan aplikasi no 7 dan 9.
pada saya no 9 benar-benar tersangat unik.

Ego

tengah cuba habiskan bacaan buku,
                                     Men Are From Mars, Women Are From Venus.

buku y dah lama ku tunggu utk mendapatnya.
kakak ku! dia janji nak beri hadiah buku itu padaku sejak tahun 2006 rasanya bersempena hari lahirku,
tp dia tak terberi beri. hehe
byk kali juga kami pergi bersama survey d mph bila keluar, tp each time kami nak beli, pasti buku tu kehabisan stok at that time.

sabar tunggu buku tu darinya, then tidaklah ku beli.
kemudian masuk uia, dah sibuk dalam tarbiyah, (byk sgt buku tarbiyah y wajib baca tak di baca lagi) membuatkan angin rindu nak memiliki buku tu bleh terhakis sedikit demi sedikit.

kemudian, aritu ada kwn bagi pinjam.
sgt gembira.
Terima kasih.

Buku y SGT baik utk d baca oleh semua y menuju ke arah halal couples :)

sgt praktikal.

terasa byk situasi y diberi terkena diri sendiri.

nak tau situasi y bgaimana?
kalian harus baca sendiri.
kemudian, kalian akan tersenyum senyum mengenangkan sikap sendiri, barangkali :)

* never argue!

 Among all the very good tips and its valuable contents attached to my mind.

sebenarnya.. TARBIYAH sudah mengajar segalanya.

cumanya, tarbiyah (tahapku) tidak menfokus isu ini sedetail buku ini. hehe

* menyentuh tentang isu perbalahan...
which is... i don't like MOST. i don't like into it, so as i don't like to see any kind of perbalahan in front of me!

Oh Allah, aritu, lihat 1 halal couple berbalah depanku.
terasa seperti dunia mahu kiamat.
beberapa hari juga ku sakit kepala kesan darinya.

may Allah shows them guidance.
they just hurting each other by doing that. with such an egoism within themselves, syaitan will win!

La haula wala quwwata illa billah. (tiada daya kekuatan melainkan Allah)
sebutlah byk2 kali, moga api ego syaitan y baru d bisik bisik tu akan padam lenyap.

i hate perbalahan seperti i hate pergi shopping complex utk saje saje atau lama lama!. (ada kaitan ke?)
saje saje nak bgtau, sbb klau pergi sana blh sakit kepala susah nak surut.
pelbgai jenis maksiat mata telinga tunggu utk d tadah.

ya Allah, jauhilah ku dari bergaduh, mahupun terlibat dengan org y suka bergaduh gaduh.


Rasulullah bersabda,

“Sesiapa meninggalkan perdebatan, sedang dia berada di pihak yang benar, dibina untuknya sebuah rumah di tengah-tengah syurga.”

(Riwayat Anas Bin Malik)


please show good examples to the people around so that everybody is creating and instilling positive aura.
be humble to ourselves first.


Sabda Rasulullah s.a.w:

“Orang mukmin bukan seorang pencela, bukan seorang pengutuk, bukan seorang yang keji dan bukan seorang yang berkata kotor.”

(Riwayat Ibnu Mas’ud RA)





Friday, December 3, 2010

YouTube La Tas'aluni